Eksperimen Produk Dodol Pepaya (Carica Papaya L.) Melalui Pengolahan Preservatif Guna Meningkatkan Umur Simpan

Main Article Content

ATHO’ AMRULLOH
M. Rizal Umami

Abstract

Dodol adalah makanan yang terbuat dari tepung beras ketan, santan kelapa dan gula atau dengan penambahan bahan makanan dari bahan lain yang diizinkan. Namun dodol juga dapat dibuat dari berbagai buah, seperti dodol papaya. Selama ini pembuatan dodol menggunakan bahan pengawet agar umur simpan dodol lebih lama. Penelitian ini menggunakan syarat mutu SNI dodol sebagai pembanding sesuai SNI No 01-2986-1992. Penelitian menggunakan faktor teknik penyaringan dengan kain saring lapis 1, 2 dan 3 serta penambahan air dingin dan air panas 80C. hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kain saring lapis 3 dan penambahan air panas 800 C merupakan waktu tercepat, yaitu 24,30 detik dan penggunaan kain saring lapis 1 dan penambahan air dingin
merupakan waktu terlama yaitu 134,50 detik dalam proses pemisahan santan. Penambahan gula sebagai bahan pengawet akan mengikat air sehingga menghambat perkembangbiakan organisme pembusuk. Pembuatan dodol pepaya melalui pengolahan preservative memenuhi syarat uji mutu SNI.

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

ATHO’ AMRULLOH, Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember,

Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember,

M. Rizal Umami, Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember

Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember

References

Astawan dan Wahyuni.(1991). Teknologi Pengolahan Pangan Nabati Tepat Guna. Dalam Irawati, R,2001. Pembuatan Dodol Waluh (Kajian Penambahan Tepung Ketan dan Terigu Serta Gula Pasir) Tehadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik. Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Brawijaya, Malang.

Buckle, K.A. (1983). Ilmu Pangan. Diterjemahkan oleh Hari Purnomo dan Adiono. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1996)

Khamidah dan Eliartati (2006). Pengaruh Penambahan Gula Pasir dan Gula Merah Terhadap Tingkat kesukaan Dodol Nanas. BPTP Jatim dan Riau

Karlah L. R., Mansauda, Fatimawali, Kojong, N. (2014). Analisis Cemaran Bakteri Coliform Pada Saus Tomat Jajanan Bakso Tusuk Yang Beredar Di Manado. Manado.

Muchtadi R. Tien, Sugiyono. (2014). Prinsip Proses dan Teknologi Pangan. Alfabeta Bandung.

Rahayu (1998). Penuntun Praktikum Penelitian Organoleptik. Bogor. IPB.

Satuhu,Sdan Sunarmani.(2004). Membuat Aneka Dodol Buah.Penebar swadaya.Jakarta.

Simanjuntak dkk (2014). Pospek Pengembangan Usaha Dodol Pepaya (Carica Papaya, L) Pada Home Industri “Dua saudara” Desa tebat monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang. Agritepa Vol 1. No 1. Juni 2014.

Solso, R. L MacLin, M. K, O. H. (2005).Cognitive Psychologi. New York. Pearson

Sri Yuni dan Nur Aeni Khalid.(2003). Mencari Formulasi Pembuatan Fish Nugget yang baik.Jember. Politeknik Negeri Jember.

Wahyono, A. (2016) Analisis kimia pangan.Program studi Teknologi industri pangan. Politeknik Negeri Jember. Jember.

Winarno F.G. (1997). Kimia Pangan dan Gizi.PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

https://dokumen.tips/documents/sni-01-2986-1992-dodol.html (diakses pada selasa 2
April 2018)